Sajak Kurniawan Junaedhie
maukah kau mengatakan cinta ?
bedebah.
aku terpana
tak kuduga
pertanyaan itu diulanginya lagi
di sebuah musim yang dingin
ketika banyak pohon berbuah pun tak kepingin
di depan gereja notre damme
di depan patung bunda maria,
di tengah ingarbingar penjual souvenir
langit paris menatapku seperti penyihir
serentak kakiku kehilangan pijakan
bumi seperti bergoyangan
teringat anak istri di indonesia
mereka pasti sedang mengerang
memimpikan ayah dan suaminya
padahal pada saat begini,
aku tengah kesepian karena menahan kesetiaan
dengan hati sakit
di sebuah ranjang hotel sendirian
melihat cinta
dengan hati terpana
berceceran di jalanan paris
1996