


Sejak bulan lalu jaringan teman saya bertambah dari segi katagorinya. Yakni teman-teman peternak kambing, termasuk makelar, dan para pemilik kambing2 lainnya. Di HP saya, mereka masuk dalam folder: "Embe". Jadi jangan kaget, di HP saya sekarang ada nama2 seperti: Embe Uhuy, Embe Haji Wawan, Embe Gushiding, Embe Sukajana dlsb. Pasalnya, saya juga menambah hobi baru: Dari penyuka sate kambing (saya pelanggan fanatik Sate Kambing Hudori Stasiun Bandung), menjadi peternak kambing. Senang saja.
Awalnya beli seekor. Harganya Rp. 350rb. Kambingnya besar, kebetulan sedang hamil muda. Yang kedua, kambing betina, yang sedang cari jodoh. Saya beli Rp. 250rb. Karena butuh jodoh, saya carikan pejantan, dan saya kawinkan dengan upah Rp. 10rb. Sekarang, dia pun hamil.
Selanjutnya saya menambah 12 ekor lagi, seharga Rp. 3,6 juta. Di antaranya ada 3 ekor pejantan. Kerjanya kawin melulu. Bang Edi sampai pusing, karena 3 pejantan itu getol kawin, padahal yang mau dikawini masih malu2. Jadi riuh rendah suasananya. Baru saya tahu, apa arti kata Bandot. Yaitu, makhluk yang suka kawin, tidak pandang umur, tidak pandang tempat. Hahahaha....
Semua kambing itu saya tempatkan di kebun saya di Cibinong. Di tempat itu, sudah saya bangun ''rumah kambing'' yang saya buat dengan harga Rp. 1 juta.
Gara2 lagi senang kambing, maka saya pun belakangan suka mencari info perihal kambing di Internet. Walhasil, kepengin juga melengkapi koleksi dengan kambing Etawa. Apalagi susunya bisa menambah kejantanan. Asyik ya?
Tempo hari, bersama teman lama saya, Ahita Teguh Susilo, iseng2 saya tengok mereka. Berikut foto2nya. Selamat menikmati kambing!***







