11 Mei 2009

Kenapa Penganiayaan (harus) Terjadi?

KENAPA PENGANIAYAAN ITU HARUS TERJADI?

Dear Journalist,

Seorang wartawan dianiaya. Wartawan lain disekap, dipukuli dan dibunuh. Berita-berita semacam itu hampir selalu muncul di media massa dan tampaknya tak pernah kendur. Kenapa orang masih tak jera menganiaya dan membunuh wartawan? Apa arti semua ini?
Siapakah orang yang nekad itu? Kalau Anda mau tahu, pssst.... mereka adalah orang yang kecewa dengan pemberitaan Anda yang semberono.

Jelas kami tak bisa mentolerir tindakan seperti itu. Karena mestinya modal dasar bagi adanya berita yang bersih dari kesalahan dan karenanya berita itu harus akurat dan utuh, adalah terjalinnya hubungan yang baik antara anda dan nara-sumber Anda. Namun celakanya, penyebab utama hal ini justru seringkali datang dari Anda sendiri.

Pertama, sikap Anda yang menganggap remeh kesalahan pemberitaan, termasuk dalam katagori ini, adalah sikap Anda yang menganggap kesalahan pemberitaan hanya sebuah human error belaka, dengan dalih, akibat tekanan waktu atau deadline. "adilkah masyarakat menuntut kami menghasilkan produk yang bersih dari kesalahan sementara apa yang kami buat adalah hasil dari perlombaan dengan waktu?" itu kata Anda yang menjengkelkan.

Kesalahan Anda yang berikut adalah anggapan bahwa adanya Hak Jawab bisa menjadi solusi terbaik, dan satu-satunya cara bijaksana untuk membereskan salah pemberitaan. Coba amati baik-baik. Maka kita punya pandangan berbeda tentang Hak Jawab ini.

Sementara Anda menganggap Hak Jawab merupakan satu-satunya solusi bijaksana, justru kami menganggap kesalahan itu sendiri seharusnya tak boleh terjadi. Jelas sudah, Hak Jawab tidak bisa secara segera menyelesaikan persoalan dan merehabilitasi nama baik kami. Apalagi sikap Anda selama ini terhadap Hak Jawab yang memberi kesan --sebagaimana kami tuliskan dalam surat sebelumnya-- tak terlalu mengangganya sebagai sesuatu yang serius.

Kesalahan Anda yang berikut adalah menyangkut penafsiran mengenai Hak Kontrol, yang selalu Anda agul-agulkan itu sebagai dalih klise. Anda menganggap fungsi kontrol itu dijalankan dengan cara menyiarkan berita miring tentang seorang pejabat, public figure, instansi, perusahaan atau kalangan tertentu, dengan dalih, agar publik tidak diruguikan. Tapi bagi kami, langsung mempublikasikan atau menyiarkan keburukan dan kebobrokan sebagai pelaksanaan fungsi kontrol jelas bukan cara yang bijaksana. Masih ada cara yang lebih elegan yang bisa Anda pilih.

Faktor lainnya lagi, yang membuat kasus penganiayaan itu sering terjadi adalah karena, jalur hukum juga biasanya tidak selalu berakhir memuaskan. Ada kesan merepotkan, berlarut-larut dan mengeluarkan banyak dana.

Kesmpulannya, penganiayaan sekadar sebuah upaya terobosan belaka, yang mungkin kami anggap lebih memuaskan dari cara-cara lain.

Salam kompak,
Khalayak Anda