20 September 2013

Perihal Kesedihan dan Kebahagiaan

1/
Cinta itu  panah dengan lumuran bisa di ujungnya. Semakin hatimu berlumur darah, semakin dia memburumu. Memburumu ke mana saja. (2013)

2/

Jika kita pisah, kita semakin dekat.  Jika kita jauh, kita bergerilya seperti virus dalam aliran darah.  Tapi tentu saja sajak ini tidak lahir karena kegembiraan. (2013)

3/

Hanya langit mendung yang selalu tampak berkabung. Hanya di dalam sajak, kata2 tampak murung. Padahal hidup ini indah. (2013)

4/
Bahagia kita rasakan saat hening, ketika beban terasa terlepas. Tapi tak ada yang lebih hening saat yang kita dengar hanya deru nafas. (2013)

5/

Di dalam kamar berdua kita meringkuk. Kita hanya bercakap lewat kata. Hm. Alangkah ramahnya hidup; yang tak pernah henti2nya kuhirup (2013)

6/

Siapa yang bertanggungjawab atas kesedihanmu? Kebahagiaanku, barangkali. Atau air matamu? (2013)

7/
Yang melahirkan gelombang adalah laut. Yang melahirkan kepedihan adalah hatimu. Yakni, alun gelombang darahmu yang naik pasang. (2013)

8/

Siapa yang berhak memberimu kebahagiaan? Kata2, hujan, daun, atau langit? Tentunya kamu, yang tak menyangka bisa menjawabnya. (2013)

9/
Di ruang gelap, kesunyian seakan abadi. Bahkan kau pun tak bisa menebak:  mana sajak dan sinar lampu. (2013)










Tidak ada komentar:

Posting Komentar