1/
Cinta itu panah dengan lumuran bisa di ujungnya. Semakin
hatimu berlumur darah, semakin dia memburumu. Memburumu ke mana saja. (2013)
2/
2/
Jika kita pisah, kita semakin dekat. Jika kita jauh, kita bergerilya seperti virus dalam aliran darah. Tapi tentu saja sajak ini tidak lahir karena kegembiraan. (2013)
3/
3/
Hanya langit mendung yang selalu tampak berkabung. Hanya di dalam sajak, kata2 tampak murung. Padahal hidup ini indah. (2013)
4/
Bahagia kita rasakan
saat hening, ketika beban terasa terlepas. Tapi tak ada yang lebih hening saat
yang kita dengar hanya deru nafas. (2013)
5/
5/
Di dalam kamar berdua kita meringkuk. Kita hanya bercakap lewat kata. Hm. Alangkah ramahnya hidup; yang tak pernah henti2nya kuhirup (2013)
6/
8/
6/
Siapa yang bertanggungjawab atas kesedihanmu? Kebahagiaanku, barangkali. Atau air matamu? (2013)
7/
Yang melahirkan gelombang adalah laut. Yang melahirkan kepedihan adalah hatimu. Yakni, alun gelombang darahmu yang naik pasang. (2013)7/
8/
Siapa yang berhak memberimu kebahagiaan? Kata2, hujan, daun, atau langit? Tentunya kamu, yang tak menyangka bisa menjawabnya. (2013)
9/
9/
Di ruang gelap, kesunyian
seakan abadi. Bahkan kau pun tak bisa menebak: mana sajak dan sinar lampu. (2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar