22 Juni 2015

MEMASUKI RUMAH KENANGAN

Di pekarangan, kulihat pohon jambu
seakan hidup yang terayun.
Dari dahan ke ranting.
Dari buaian ke tanah merah.

Di ruang tamu, sepi bergantung di langit-langit, seperti awan kelabu yang menjarah-jarah keping-keping hatimu.

Di dalam kamar, 
ingatanku terpaku, ke dinding waktu Aku di dalam dindingmu Kamu di dalam dindingku.

Kubuka jendela: Sinar matahari masuk Bersirobok dengan 
angin yang memukul kayu.

Kalau aku bahagia
Dunia pasti ikut bahagia.

2015



Tidak ada komentar:

Posting Komentar