seakan hidup yang terayun.
Dari dahan ke ranting.
Dari buaian ke tanah merah.
Dari dahan ke ranting.
Dari buaian ke tanah merah.
Di ruang tamu, sepi bergantung di langit-langit, seperti awan kelabu yang menjarah-jarah keping-keping hatimu.
Di dalam kamar,
ingatanku terpaku, ke dinding waktu Aku di dalam dindingmu Kamu di dalam dindingku.
Kubuka jendela: Sinar matahari masuk Bersirobok dengan
angin yang memukul kayu.
Kalau aku bahagia
Dunia pasti ikut bahagia.
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar