JANGAN pernah menganggap pembaca bodoh. Karya fiksi yang memberi komentar sendiri dengan kata-kata: 'Nah lo', 'Lucu kan?' atau kata-kata yang menjelaskan (seolah kamu tidak yakin pembaca mengerti) hanya membuat karya fiksimu tak menarik. Itu artinya, kita tidak memberi ruang bagi pembaca untuk menafsirkannya. Padahal, tafsir pembaca atas karyamu belum tentu juga sama dengan maumu.
Pembaca itu cerdas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar