Bagai sajak dalam tempurung.
Karena cela setitik, rusak sajak sebelanga.
Orang bijak, nulis sajak.
Sepandai-pandai penyair melompat, sekali waktu jatuh juga.
Aku berteriak, tanda puisimu tak dalam.
Gajah mati meninggalkan gading. Penyair mati meninggalkan sajak.
Gajah mati meninggalkan gading. Penyair khilaf meninggalkan sesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar