23 September 2013

Perihal Sajak

1/
Di dalam sajak, kita hidup, melompat, menangis dan bermimpi. Tapi tak usah takut. Kamu tak sendiri. Kapan saja kamu boleh pergi. (2013)

2/

Diselipkan kata2 hangat ke dalam tanganku. “Bacalah.” Ia pun lalu mengisut dan raib dalam gelap. Aku tak pernah bertanya, siapa gerangan pengirim sajak itu. (2013)

3/

Di ruang gelap, sepi menggeliat. Kau pun diberinya bahan yang indah bagi sajakmu. Sajak tentang kesunyian (2013)

4/

Sepi melintas di pepohonan. Bayang2nya memanjang seperti sederet kalimat.  Apakah kamu yang tergesa melesat itu? (2013)

5/

Kesedihan, biarlah tetap bersemayam dalam sajak.  Kita bahagia. (2013)

6/

Hanya di dalam sajak, cinta menjadi bijak. Kesedihan, kita maafkan. Yang tersisa, kesabaran, pemahaman. Hidup memang fana. (2013)

7/

Sajak yang bijak, seperti jalan yang lapang. Saat bersedih, diajaknya kita merasa selalu ada jalan pulang. (2013)

8/

Di dalam kata2ku, kadang ada darah kesedihan; tapi di ujung bait2 sajakku, selalu ada seputih tulang kebahagian. (2013)

9/

Saat kita tidur, sajak bangun, dan sebentar ia menggeliat. Lalu kita rasakan ia mengusap  kepala kita, dan berkata, “tidurlah, mimpi indahlah.” (2013)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar