Sajak Kurniawan Junaedhie
november datang lagi. berapa usiamu ?
kerut kulit, buncit di perut
dan bayangan maut, datang silih berganti
kita memang bukan ahlinya
yang bisa memutar turbin waktu
impian datang silih berganti
rambut hitam menjelma kelabu
detik dan menit pun menjadi hari
apakah semua sudah lampau bagiku ?
november yang penuh hujan pun tertegun di pintu.
lalu di pintu itu, kudengar ketukan sopan
siapa engkau gerangan ?
serasa aneh. ada seseorang yang
mendesakku pada janji
aku pun ragu:
apakah ini bayang-bayang sendiri
yang berlagak tamu ?
aku terperanyak:
airmata mengalir seperti lautan
aku ini apa
di depan cermin Mu?
1991
Dimuat dalam buku kumpulan puisi Dari Negeri Poci, Pustaka Sastra, Jakarta, 1993
Tidak ada komentar:
Posting Komentar