Sajak Kurniawan Junaedhie
setelah dua tahun kamu pergi
apa yang bisa kuberi?
dari dulu pun, aku memang tak bisa kasih apa-apa
aku hanya bisa bikin hatimu gundah
mendengar kisah-kisah cintaku yang kandas
sajak-sajakku dikecam orang,
dan rumahtanggaku tak bahagia
tapi karena seperti kata orang:
tak ada gunanya perasaan sedih terus menggerumuk,
aku pun sekarang mulai belajar tertawa
terutama karena percaya,
selama ini tuhan pasti telah memberimu kasih sayang
yang selama ini tak bisa kuberikan padamu
dulu kupikir, dengan pergi ke amsterdam, atau paris
aku akan lebih dekat denganmu
atau setidak-tidaknya doaku cepat didengar tuhan
juga kupikir, dengan rebahan di pantai,
atau di tempat-tempat panas atau dingin
kamu gampang menjengukku
sekadar mengatakan, "puisimu makin gampang kupahami."
ah, baru belakangan kutahu, kamu sekarang tinggal di surga,
sebuah tempat yang tak ada di peta
sekarang pun kalau sedang nyupir, dan stres
aku merasa kamu lebih beruntung
bahkan kalau melihat jakarta makin macet dan panas
aku pun merasa kamu lebih beruntung
karena sekarang kamu tak perlu naik bus
ke tempat penjualan barang-barang diskon
atau pergi ke mana saja
untuk bisa beli baju bagus tapi murah untuk dani, eka dan oki
sebab di surga, semuanya serba berlimpah
bahkan cinta dan kasih sayang pun berserakan
seperti kelereng
sekarang syali sudah jadi gadis cilik
yang senang jalan2 ke mal, dan supermarket,
eka kelas enam
dani kelas lima
dan oki naik kelas dua
sementara itu, rumahtanggaku baik2 saja
aku masih bekerja di tempat yang dulu-dulu juga
maria setiap hari di rumah
baca novel, nonton tivi, jaga syali
dan sekali tempo bersama-sama
kami ke rumah orangtuanya di kebun jeruk
atau ke rumah opa di ciputat
opa? ia juga baik-baik
tetap rajin senam
dan banyak penggemarnya
kalau suatu hari kita bertemu:
apakah kamu yakin aku akan pangling
seperti sering kurasakan
waktu dulu kamu pergi ke luarkota
meninggalkanku sendiri bersama pembantu?
jujur saja, aku kangen padamu
tapi aku bukan burung, bukan malaikat dan bukan angin
yang bisa sesuka hati bicara padamu jika kepingin.
yang kutahu, kamu tetap tinggal di hatiku
berkembang, bernafas dan tumbuh bersama
mungkin sampai berabad-abad umurnya
sekarang, setelah dua tahun kamu pergi
pahamlah aku apa yang sebetulnya kusesali dalam hidup.
yakni aku pernah punya ibu seperti kamu
sebab bila tidak, aku mungkin tak perlu merasakan
dunia sempat hancur berkeping-keping di hatiku
1 - 13 Juni 1997
Belum pernah dipublikasikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar