PAHAMI TOPIK ANDA
Dear Journalist,
Banyak rekan-rekan Anda yang cenderung mengajukan jenis-jenis pertanyaan tertentu yang menunjukkan bahwa 'kelihatannya' mereka bodoh dan tidak tahu permasalahan yang dibicarakannya. Misalnya dengan mengajukan pertanyaan, "Apa pendapat Anda tentang....", "Lalu menurut Anda ?", " Terus bagaimana ?", "O..." sambil mengangguk-anggukkan kepala.
Ini adalah pertanyaan umum, tidak spesifik, dan sama sekali tidak menunjukkan bahwa Anda 'kelihatan' pintar dan menguasai persoalan.
Percayalah. Ini benar-benar menjadi celaka 12, bila Anda bekerja di media elektronik seperti televisi atau radio, apalagi bila wawancara itu disiarkan secara langsung. Karena disiarkan secara langsung, maka pertanyaan yang dilontarkan secara terbata-bata pun akan segera menimbulkan belas kasihan. Jadi, masih mending, memang, bila Anda bekerja di media cetak. Betapa pun tolol, dungu, atau bloonnya pertanyaan Anda, para redaktur Anda, siap memolesnya agar tampak menjadi sebuah tulisan yang lebih indah dari aslinya.
Sebetulnya ada cara mudah untuk 'kelihatan' pandai dan jenius.
Pelajari sebanyak mungkin segala permasalahan mengenai topik yang akan Anda bahas dari 1001 sumber, baik kliping, nara sumber lain, atau pendapat lain. Dan untuk itu Anda tak perlu bertahun-tahun mempelajarinya. Cukup luangkan waktu barang beberapa jam saja, menjelang w awancara dilakukan. Karena dari sana, Anda tak hanya akan mampu menyusun pertanyaan yang baik, juga akan mampu menguasai kendali wawancara. Itulah yang dilakukan oleh pewawancara hebat seperti Larry King atau Wimar Witoelar.
Menjadi 'kelihatan' hebat, itulah soalnya!
Salam kompak selalu
Khayalak Anda