ETIKA & KEBIJAKAN PEMBERITAAN:
HAK JAWAB (1)
Dear Journalist,
Terus terang saja, kami tidak pernah bisa mengerti jalan pikiran Anda.
Ketika kami merasa terpukul, teraniaya, tercemar dan menderita akibat pemberitaan Anda yang kadang membuat dunia kami runtuh, sungguh ajaib, Anda bisa bertingkah seolah-olah hal ini adalah biasa. Tanpa merasa berbuat salah sama sekali, Anda menyilakan kami untuk menulis surat sanggahan bila kami merasa dirugikan. Kesalahan itu kesalahan yang manusiawi. Error is human, kata Anda sembari meminta kami agar tak perlu mencemaskan hal itu, dan melupakannya.
Terus terang, hal itu hanya menunjukkan bahwa Anda sama sekali memang tidak pernah berusaha menyelami perasaan kami akibat pemberitaan Anda yang merugikan kami itu. Bagi Anda, mungkin penyelesaian itu paling bijak, sementara bagi kami, sesungguhnya kerugian akibat nama kami yang tercemar itu tak bisa dinilai dengan apa pun.
Pernahkah Anda membayangkan bahwa akinbat kesalahan Anda itu, orangtua kami bakal kehilangan pekerjaan dan anak-anak kami akan dikucilkan temen-temannya? Apakah Anda tidak bisa menyadari bahwa kami semua kini menderita dan hal itu mungkin saja akan kami tanggung seumur hidup?
Betapa mudahnya Anda menyederhanakan persoalan. Padahal persoalannyabukan kami harus menyanggah atau tidak, atau kami punya Hak Jawab atau tidak. Persoalannya adalah bahwa hari ini Anda telah mencemarkan nama baik kami dan itu telah berakibat serius bagi kami di masa-masa mendatang. Apalagi kami tak yakin, bahwa pembaca yang membaca pemberitaan negatif tentang kami, akan juag membaca sanggahan kami.
Jangan pernah beri kesan pada kami, Hak Jawab bisa memuaskan kami. Apalagi, menjadi peluang bagi Anda untuk membuat kesalahan-kesalahan dalam pemberitaan di masa mendatang.
Salam kami,
khalayak Anda.