LEILA CH BUDIMAN, masih ingat? Dulu, dia dikenal sebagai pengasuh rubrik Konsultasi Psikologi di Kompas Minggu. Dan mungkin tak banyak yang tahu, bahwa dia juga menjadi redaktur khusus di Majalah Tiara terbitan Kompas-Gramedia Majalah yang saya pimpin. Dan yang juga banyak orang tak tahu adalah, bahwa diam-diam istri Dr. Arief Budiman yang mukim di Australia ini juga pandai menulis puisi. Tentu saja, awalnya dia menolak dengan penuh semangat ketika kami minta dia menulis untuk sebuah buku antologi puisi yang kami terbitkan dalam rangka hut majalah kelima majalah kami pada tahun 1995. Baru setelah dirayu-rayu dan dibujuk-bujuk dia bersedia juga. "Ini puisiku yang kutulis untuk Tiara," katanya. Hahaha. Puisi2 itu kemudian kami muat dalam buku SUARA PENA bersama dengan puisi-puisi karya para wartawan, redaktur dan staf adminitarsi Tiara. Ini puisi Mbak Ley:
SEPASANG MERPATI
Sepasang merpati
hinggap di putik hati
bercumbu
bernyanyi
dibuai angin
merenda mimpi
Sepasang merpati
di putik hati
nanar terjaga
di tepi mati
KOTA WISATA
seribu kura-kura
berbaur sejuta kera
terkekeh
terbentur
bertanya-tanya
di jantung kota wisata
seribu janji
sejuta harapan
dirajut pekat
terlupakan
di jantung kota wisata
Sepasang merpati
hinggap di putik hati
bercumbu
bernyanyi
dibuai angin
merenda mimpi
Sepasang merpati
di putik hati
nanar terjaga
di tepi mati
KOTA WISATA
seribu kura-kura
berbaur sejuta kera
terkekeh
terbentur
bertanya-tanya
di jantung kota wisata
seribu janji
sejuta harapan
dirajut pekat
terlupakan
di jantung kota wisata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar