Mengapa kamu pejam
waktu kucium
tapi tanganmu gemetar
dan jantungku berdebar?
Hm. Hidup ini memang
aneh, dan centang prenang
Kita masih punya
sekeping hati di dalam sana ternyata
Buktinya, ketika
orang bilang hari sudah siang
kubilang, hari masih
pagi benderang,
Ketika orang ngungun
dan bimbang
Aku malah bisa
bilang: usia bukan segala-galanya
Di tempat kerja:
kata-kata ini terus berloncatan
Kadang meniru
bintang, kadang meniru rembulan
Kadang meniru macan,
dan kadang meniru langit malam
Padahal sudah lama
waktu melengos pergi,
dan kiraku hampa
belaka
tapi cinta datang
mengendap-endap juga,
seperti samson &
delila
melepas rindu tak
putus-putusnya
Jadi jelas sudah
mengapa kamu diam waktu kucium
dan tak sepatah kata
juga kamu ucapkan
Jadi jelas sudah
mengapa kamu terengah waktu kucium
meski hati dan jiwamu
berkobar-kobar.
Dan kita sekarang
telah menjelma menjadi sepasang singa
yang terjaga dari
tidurnya
Selalu waspada dengan
cakarnya
dan siap mencumbu
mangsanya.
Hm, betapa dahsyatnya
cinta seekor singa
yang naik birahinya
Serpong, 13 Juni 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar