01 Agustus 2016

CINTA SEEKOR SINGA

Mengapa kamu pejam waktu kucium
tapi tanganmu gemetar dan jantungku berdebar?
Hm. Hidup ini memang aneh, dan centang prenang
Kita masih punya sekeping hati di dalam sana ternyata

Buktinya, ketika orang bilang hari sudah siang
kubilang, hari masih pagi benderang,
Ketika orang ngungun dan bimbang
Aku malah bisa bilang: usia bukan segala-galanya

Di tempat kerja: kata-kata ini terus berloncatan
Kadang meniru bintang, kadang meniru rembulan
Kadang meniru macan, dan kadang meniru langit malam

Padahal sudah lama waktu melengos pergi,
dan kiraku hampa belaka
tapi cinta datang mengendap-endap juga,
seperti samson & delila
melepas rindu tak putus-putusnya

Jadi jelas sudah mengapa kamu diam waktu kucium
dan tak sepatah kata juga kamu ucapkan
Jadi jelas sudah mengapa kamu terengah waktu kucium
meski hati dan jiwamu berkobar-kobar.

Dan kita sekarang telah menjelma menjadi sepasang singa
yang terjaga dari tidurnya
Selalu waspada dengan cakarnya
dan siap mencumbu mangsanya.
Hm, betapa dahsyatnya
cinta seekor singa yang naik birahinya


Serpong, 13 Juni 2009


Tidak ada komentar:

Posting Komentar