14 Juni 2016

HAIKU 1

Mengenang Ibu
Nikmati secangkir teh
Meja porselin




Ketel tembaga
Senda gurau kluarga
Air mendidih


Duduk di kafe
Terasa kepahitan
Memandang
bulan


Sepotong bulan
Intip Kigo Kireji
Memburu Nobel



Jadi haijin
Klaim menjadi pionir
Rindukan bulan



Setelah hujan
Aroma tanah basah
Menjadi harum


Setitik embun
Si Megalomaniak
Memburu Nobel



Pintu diketuk
Kunci sudah kubuka
Tak ada orang


Saat bermimpi
Pintu terdengar diketuk
Suara gagak.



Seperti orang
Musim mudah berubah
Efek El Nino


Cahaya bulan
Digulung awan hitam
Berangsur lenyap.


Sekuntum bunga
Ketika hujan turun
Sibuk menari


Dari pesawat
Orang besar di kota
Seperti semut


Suara jangkrik
Riuh di kota besar
Mirip di desa


Satu per satu
Daunan tua gugur
Regenerasi


Malam yang hening
Aku merindu dia
Dalam bayangan




Jalan yang kecil.
Akankah terhubungkan
Ke Jalan Besar?


Mendaki gunung
Aku bermimpi gila
Meraih bulan



Suara jangkrik
Ansambel musik kamar
Ingin terlepas



Sekuntum bunga
Hanyut di sungai keruh
Tetaplah bunga

Di sela pohon
Tampaklah wajah bulan
Yang kesepian

Bulan dan surya
Tak pernah bersentuhan
Tetapi dekat

Di ufuk  jauh
Sampan terombang-ambing
Bulan sepotong.


Seekor katak
Natap bukit dan gunung
Perutnya besar


Senja berbinar
Di puncak gunung tinggi
Seiris bukit


Cericit  ayam
Anak-anak berlari
Rumah di desa


Mobil menjerit
Kucing tuli tersungkur
Dibalut kafan


Berair mata
Daun talas menangis
Di pagi hari


Katak di rumput
Menari poco-poco
Diiring embun




Efek El Nino
Es di kutub mencair
Bulan tenggelam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar