13 Mei 2015

FIKSI140: Ring Tinju

BACK STREET. Kami saling memutar. Sesekali saja jab dilontarkan. Tapi mata kami saling mengedip. Hati kami menyatu.


ZOMBI. Pertandingan usai, aku tak mengenalinya lagi. " Siapa zombie itu, Bu?" tanyaku. 


LAHIRNYA PETINJU BARU. Ayah disepak, bidan ditonjok. Ibu KO di ruang bersalin.


JAB-JABNYA MAUT. Setiap kencan aku memakai helm.


MESRA DI RUMAH. Setiap berhubungan intim, secara berkala, Ayah rehat, seperti pergantian ronde. Ibu lama-lama frustrasi, dan memilih tidur.


PIALA. Ayah pulang membawa piala. "Tapi, mana hidungmu, Pa?" tanya Ibu penasaran.


RONDE PERTAMA. Ayah KO. "Sudah, nggak usah diforsir," kata Ibu seperti biasa menghibur. ‪

Tidak ada komentar:

Posting Komentar