LIFT RUSAK. Naik turunnya tidak mulus. Berkali-kali gigi Ayah copot.
TAMU TERAKHIR. Seorang lelaki berambut putih dan berjanggut. Rupanya sudah 20 tahun lamanya dia hinggap di atas lift paling tinggi.
DOA. Bila Tuhan itu maha penyayang, maka begitu pintu lift ini terbuka, kiranya dimunculkanlah jodohku. Lalu pintu lift pun terkuak. "Nenek?" seruku terbata.
BERBEDA LIFT. Maaf, aku tak bisa mendengar suaramu ketika kita berbicara, karena liftmu ada di sebelah.
SETELAH AYAH DIMAKAMKAN, Ibu selalu menangis menatap pintu lift. Di situ, tangan Ayah terjepit dan tertinggal ketika bergegas meninggal.
MENUNGGU PINTU LIFT TIDAK TERBUKA. Akhirnya ia memutuskan untuk bergelayutan.
LIFTEN. "Tadi masuk berdua sekarang kok keluarnya bertiga?" tanya Satpam. "Di tengah jalan, ada janin yang pingin ikut, Pak," kata Kakak mengerling pacarnya.
LIFT MACET. "Doroooooooooong!"
MENCARI SANG PEMBUNUH. "Nihil. Tak ada bekas jejak kakinya," kata polisi setelah naik turun lift.
MARAH. "Mbak," kataku. Dia menampik tanganku dan terus keluar dari lift. "Mbak,"seruku. Dia tak perduli. Kutimang-timang bibirnya dengan perasaan bersalah.
SEHIDUP SEMATI. "Kutunggu kamu di pintu lift," kata Romeo pd Juliet. Bum. Lift langsung melejit tanpa kendali dari lantai 50 ke lantai dasar.
BINGUNG. Sambil berpikir keras, Ayah berjalan modar mandir ke atas dan ke bawah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar