08 Mei 2015

FIKSI140: Alun-Alun

PEMBUNUHAN. Polisi saat ini sedang gigih mencari pohon beringin yang menyembunyikan jasad Ayah.

PINDAH KE LAIN ALUN-ALUN. Karena selalu nakal, Ayah meminta Adik pergi, mencari alun-alun lain.


TERINGAT. Selagi tidur, Ayah mendadak terbangun. "Celaka, t-shirt dan sarungku tertinggal di atas pohon beringin," katanya. 


JANJIAN. "Tumben, rapi, mau ke mana, Pak?" Ayah mengibas-ibaskan sarungnya. "Biasa, ke alun-alun." 


RAIB. Anak yang hilang itu tak pernah ketemu. Dia terakhir terlihat di alun-alun lantai dua.


PACAR ADIK. "Mana pacarmu?" "Tuh," kata Adik dengan bangga sambil menunjuk pacarnya yang sedang bertengger di pohon beringin.


POJOK ALUN-ALUN. "Ada demo ya? Kok rame?" "Bukan, Pak, ini orang jualan orang," kata Paman.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar