25 Mei 2015

Fiksi140: Gudang

GUDANG DIGUSUR. Tikus-tikus berlarian di kepala Ayah yang berdebu.

MAAFKAN AKU AYAH. "Daripada kamu terus-terusan melakukan KDRT, terpaksa aku masukkan kamu ke dalam gudang," kata Ibu sambil berlinang air mata.

PILIHAN. Ayah memilih untuk tetap berada di gudang. Jarak antara gudang dan kamar mayat hanya sejengkal.

NOSTALGIA. Masih segar dalam ingatan, ketika aku kecil ditimang-timang Ayah, sampai-sampai kakiku menyentuh tikus.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar