Cintamu tak ubahnya seperti puisi: Remang, susah dipahami, tapi abadi.#statuskj
Suratmu sudah tiba semalam. Ada isak tangis, dan sebilah pisau menyertainya. Aku membacanya berulang-ulang sambil tiduran: membayangkan tanganmu yang sedang menuliskan dan wajahmu
yang selalu hidup dalam ingatan. (Tapi kenapa sebilah pisau kauselipkan,
dan sederet tangis kau kirimkan?) #statuskj
Andaikan, --ya andaikan--,
aku diberiNya waktu sebentar lagi.
Mungkin aku akan lebih dalam
merenangi hatimu dengan puisi yang
lebih bisa menghibur hatimu.
#statuskj
Mungkin ada hal-hal yang bisa kita lupakan.
Tapi bukan mustahil ada lebih banyak lagi hal-hal
yang tetap (harus) kita ingat dalam perjalanan waktu.
Maafkan, bila aku tak mampu menyimpannya.
Semuanya kutitipkan saja padamu..
#statuskj
Sajak yang bijak, seperti jalan yang lapang.
Saat bersedih, diajaknya kita merasa
selalu ada jalan pulang.
#statuskj
Penyair seperti tukang kayu
Banyak yang bisa memotong kayu
Tapi sedikit saja yang jadi empu.#statuskj
Hanya di dalam sajak, cinta menjadi bijak.
Kesedihan, kita maafkan.
Yang tersisa, kesabaran, pemahaman. #statuskj
Kita fana. Puisi dan kebaikan kekal. #statuskj
Menjadi penyair mudah.
Menjadi manusia susah.
#statuskj
Penyair seperti tukang kayu
Banyak yang bisa memotong kayu
Tapi sedikit saja yang jadi empu.#statuskj
Hanya di dalam sajak, cinta menjadi bijak.
Kesedihan, kita maafkan.
Yang tersisa, kesabaran, pemahaman. #statuskj
Kita fana. Puisi dan kebaikan kekal. #statuskj
Menjadi penyair mudah.
Menjadi manusia susah.
#statuskj
Katamu dengan pilu: 'Orang lain beternak sapi, kamu beternak sepi'. #statuskj











Tidak ada komentar:
Posting Komentar