03 Januari 2015

TENTANG SAJAK & PENYAIR


Cintamu tak ubahnya seperti puisi: Remang, susah dipahami, tapi abadi.‪#‎statuskj‬



Suratmu sudah tiba semalam. Ada isak tangis, dan sebilah pisau menyertainya. Aku membacanya berulang-ulang  sambil tiduran: membayangkan tanganmu yang sedang menuliskan dan wajahmu
yang selalu hidup dalam ingatan. (Tapi kenapa sebilah pisau kauselipkan,
dan sederet tangis kau kirimkan?) #statuskj


Andaikan, --ya andaikan--,
aku diberiNya  waktu  sebentar lagi.
Mungkin aku akan lebih dalam
merenangi hatimu dengan puisi yang
lebih bisa menghibur hatimu.
#statuskj



Mungkin ada hal-hal yang bisa kita lupakan.
Tapi bukan mustahil ada lebih banyak lagi hal-hal
yang tetap (harus) kita ingat dalam perjalanan waktu.
Maafkan, bila aku tak mampu menyimpannya.
Semuanya kutitipkan saja padamu..
  #statuskj


Sajak yang bijak, seperti jalan yang lapang. 
Saat bersedih, diajaknya kita merasa 
selalu ada jalan pulang.
 #statuskj


Penyair seperti tukang kayu
Banyak yang bisa memotong kayu
Tapi sedikit saja yang jadi empu.#statuskj


Hanya di dalam sajak, cinta menjadi bijak.
Kesedihan, kita maafkan.
Yang tersisa, kesabaran, pemahaman. #statuskj


Kita fana. Puisi dan kebaikan kekal. #statuskj


Menjadi penyair mudah.
Menjadi manusia susah.
#statuskj


Katamu dengan pilu:  'Orang lain beternak sapi, kamu beternak sepi'.‪ #‎statuskj‬

Tidak ada komentar:

Posting Komentar