1/
Di bait terakhir sajakmu, ada
kata2 berlompatan. Sudah
kuduga kalimat itu menyeretmu
ke tengah semak dan
mencumbumu di balik onak
(2013)
2/
Di sela-sela rinyai hujan,
aku selalu mengobarkan
nyala, agar tubuhmu
tetap api bagiku.
(2013)
3/
Ada yang aneh malam ini.
Ada kamu yang hilang dalam angin.
Ada kata-katamu yang
meleleh seperti lilin. (2013)
4/
kata2 berlompatan. Sudah
kuduga kalimat itu menyeretmu
ke tengah semak dan
mencumbumu di balik onak
(2013)
2/
Di sela-sela rinyai hujan,
aku selalu mengobarkan
nyala, agar tubuhmu
tetap api bagiku.
(2013)
3/
Ada yang aneh malam ini.
Ada kamu yang hilang dalam angin.
Ada kata-katamu yang
meleleh seperti lilin. (2013)
4/
Di baris pertama sajakku,
kamu
putih suci seperti lilin.
Di bait terakhir sajakku, kamu
menjadi orang lain.
(2013)
5/
putih suci seperti lilin.
Di bait terakhir sajakku, kamu
menjadi orang lain.
(2013)
5/
Sajak terbangun dari mimpinya.
Di dalam mimpi, ia memergoki
kata-katanya tanggal satu demi satu.
Ini firasat buruk, pikirnya.
(2013)
6/
Ia ingin cintanya jadi yang
terakhir. Cinta yang mampu
mengerami luka dan usia,
saat penghabisan
(2013)
7/
Di dalam mimpi, ia memergoki
kata-katanya tanggal satu demi satu.
Ini firasat buruk, pikirnya.
(2013)
6/
Ia ingin cintanya jadi yang
terakhir. Cinta yang mampu
mengerami luka dan usia,
saat penghabisan
(2013)
7/
Di mana suaramu? Di mana
kamu? Kurindukan,
kata-katamu yang
genit dan menggemaskan.
(2013)
kamu? Kurindukan,
kata-katamu yang
genit dan menggemaskan.
(2013)
8/
Ada yang aneh pagi ini. Tak ada
suaramu. Jaringan putus tiba-tiba.
Hanya raksasa yang mampu
menyembunyikanmu
(2013)
suaramu. Jaringan putus tiba-tiba.
Hanya raksasa yang mampu
menyembunyikanmu
(2013)
9/
Hari yang ganjil. Ada kamu yang
memanggil-manggil, tapi kata-katamu
leleh dlm kobaran lilin.
(2013)
10/
13/
16/
17/
Bahkan kenangan, ternyata menusuk kalbu.
Ia memilih menjelma debu.
(2013)
(2013)
10/
Aku hapal jalan menuju hatimu.
Belok kiri, balik kanan lalu lurus.
Hm, kunikmati liku-likunya
(2013)
11/
Karena 1000 pesan singkatku
tak sampai padamu, izinkan
kupanah hatimu. Ia biasanya
lebih cepat dan tajam menancap
dibanding pisau.
(2013)Belok kiri, balik kanan lalu lurus.
Hm, kunikmati liku-likunya
(2013)
11/
Sekeping hati terus berdenyut. Helaannya
mengalun panjang dan berirama.
“Aku pernah tak lelah bernafas
untukmu,” katanya.
(2013)
12/
mengalun panjang dan berirama.
“Aku pernah tak lelah bernafas
untukmu,” katanya.
(2013)
12/
13/
Satu2nya kata terakhir
yang
ingin dituliskan adalah cinta.
Satu2nya cinta terakhir yang
ingin dibuhulkan adalah
kamu.
(2013)
14/
Cuaca dingin membuat kita menggigil.
(2013)
15/
Sudah Oktober, besok
November, lusa Desember.
Cinta itu tuli.
Kita kawin. Beranak cucu.
Hidup dimulai umur 60!
(2013)ingin dituliskan adalah cinta.
Satu2nya cinta terakhir yang
ingin dibuhulkan adalah
kamu.
(2013)
14/
Cuaca dingin membuat kita menggigil.
Aku pakai mantel dan
kamu kenakan sajak yang hangat
untuk membalut hatimu
kamu kenakan sajak yang hangat
untuk membalut hatimu
(2013)
15/
Sudah Oktober, besok
November, lusa Desember.
Cinta itu tuli.
Kita kawin. Beranak cucu.
Hidup dimulai umur 60!
16/
Apalah artinya 1000 pesan singkatku
yang tak kaubaca, dibanding
tetesan air mataku yang
tak kauraba.
(2013)
yang tak kaubaca, dibanding
tetesan air mataku yang
tak kauraba.
(2013)
17/
Bahkan kenangan, ternyata menusuk kalbu.
Ia memilih menjelma debu.
(2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar