Rumah bersalin itu menyalakan lampu persis pukul lima.
Di situ kamu lahir, ketika magrib hampir tiba. Saat itu, kamu sedang
mendengkur, dan kami sedang membaca Solzenitsin. Aku dan ibumu
mencoba mencari angin. Angin sore yang jahat tahu-tahu menyelinap masuk,
membuatmu bersin. Aku meraba
dinding. Ada suara empedu yang
berdenting dan kaca berkeping-keping. Ibumu ganti meraba jantungku. Ada suara
kaca di sela paru gemerincing.
Menggendong kamu, dia tergesa
masuk ke kakus, menjerit dan menyembunyikan tangis. Tapi suaranya dilindas suara truk.
Esoknya, tak ada yang kita ingat, kecuali jalanan sunyi. Hari berlalu dengan tenang tanpa dosa sama
sekali. Sampai saat ini, tak pernah ada yang memberitahu:
apa gerangan yang pernah terjadi pada hari itu. Teror? Kudeta? Kudeta di dalam
Kudeta?
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar