18 Agustus 2012

HUJAN


Aku ingin tidur tapi langit mencegah  mataku.  Jangan tidur, katanya, sebelum saya menurunkan hujan. Hujan lalu turun dengan lebat. Air mengguyur rambutku. Tubuhku yang telanjang basah kuyup diliput sejuk. Ketika hujan reda, kulihat di cermin, rambutku sudah beruban.   Ah kamu tidak pernah berubah, langitku, keluhku. Aku ngotot ingin tetap  tidur tapi langit tetap ngotot mencegah  mataku.  Jangan tidur, katanya, sebelum saya  marah. Aku ingin tahu bagaimana rupanya dia marah. Aku pura-pura menutup mata. Kudengar hujan turun dengan lebatnya. Disertai guntur, petir menyalak-nyalak dengan dahsyatnya.

2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar