Aku ingin tidur tapi langit mencegah mataku.
Jangan tidur, katanya, sebelum saya menurunkan hujan. Hujan lalu turun dengan
lebat. Air mengguyur rambutku. Tubuhku yang telanjang basah kuyup diliput
sejuk. Ketika hujan reda, kulihat di cermin, rambutku sudah beruban. Ah kamu tidak pernah berubah, langitku,
keluhku. Aku ngotot ingin tetap tidur tapi langit tetap ngotot mencegah mataku.
Jangan tidur, katanya, sebelum saya marah. Aku ingin tahu bagaimana rupanya dia
marah. Aku pura-pura menutup mata. Kudengar hujan turun dengan lebatnya.
Disertai guntur, petir menyalak-nyalak dengan dahsyatnya.
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar