.
.
Kukebut kendaraanku sampai terjungkal menabrak pembatas jalan, supaya aku lebih cepat berlebaran dengan nenek moyangku di kampung halaman.
Maaf, tidak ada tumpangan mudik, muatanku banyak. Ini bagasi untuk bundle puisi dan klipingku.
Karena ingin meniru Sitor Situmorang menulis bulan di atas kuburan, aku menjulurkan leher ke langit. Gedubrak. Bulan itu jatuh menimpa jidatku.
Setelah melihat peta, dan jalanan macet di mana-mana, aku membanting kemudiku ke arah jalan tol. Ternyata, mobilku ringsek di jalur tujuan ke neraka.
Aku sudah berjanji tidak akan berbuat kejahatan di hari yang fitri. Tapi sepasang sepatu tak bertuan menyapaku di depan masjid sehabis shalat Ied.
Saat lebaran kekasihku diculik dan dibawa mudik suaminya selama dua minggu.
.
.
Aku cuma bisa berkata:...Kasihaaaannnn
BalasHapusahahaha.....ngakak mas aku bacanya
BalasHapus