01 Februari 2010

Iklan Mesin Cuci

Baju, celana dalam dan kaos singlet seperti terhisap ke dalamnya. Busa sabun menggocohnya dalam satu bilasan. Tapi jari-jarimu tetap melekat di tubir, seakan tak rela membiarkan mereka tersungkur dalam air sabun. Kamu menunggui mesin cuci itu memutarkan baling-balingnya, berjungkit-jungkit dan mengeluarkan suara mengaduh-aduh. Suara itu seperti peluit. Setelah menit-menit berlalu, kini air sabun dan juga airmatamu yang jatuh, mengambang bersama daki baju, celana dalam dan kaos singlet itu. Aku diam saja di sudut mesin cuci, mengimbangi tangan dan jemarimu yang menempel di tubir. Mulutku penuh busa air sabun dan airmatamu yang jenuh, dan keruh. Hatiku berpilin-pilin bersama kumparan mesin. Aku hanya ingin bertanya: siapakah pemilik baju, celana dalam dan kaos singlet yang sekarang sedang berenangan bersamaku?


2 feb 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar