
Bulan mencorong di antara gedung2
bagai kuda loyo dia berjalan terhuyung
kepalanya tertunduk kelu
tanah basah lengket pada sepatu
dia terus melayap dalam pendar2 waktu
dan menyergap hatimu di situ
mendekam, seperti keong di sela batu
Begitulah nasib laki2 yang nglokro
hanya layak jadi teman kecoa
dan sahabat ternak
yang suka makan rumput2an
Kalau orang seperti itu mati
dia hanya jadi bangkai
tak disebut siapa-siapa
dan bagiku, dia pun sudah selesai
Hiduplah yang gagah bagai singa
yang garang mukanya
bengis cakarnya
dan sanggup hidup di segala cuaca
Hiduplah yang gagah bagai singa
yang siap menghadapi tipu daya kehidupan
yang berlaku tanpa juntrungan
sementara bulan terus memancarkan sinarnya
November 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar