Sajak Kurniawan Junaedhie
kesepian melindas hatiku di amsterdam
hari hampir malam
suasana dingin muram
kudengar suara orang menggumam
o, suara william
sudah pukul berapa ? tanyamu
kau menengok arloji,
menunjuk enam jari
lalu menoleh
dan melumat bibirku
yang beku
rumah william tidak dingin
ada mesin penghangat
cukup menetaskan telor ayam
dan membuat omelette
tapi kita diam saja,
hanya berangkulan
nonton televisi
sambil minum bercangkir-cangkir kopi
dan lelaki seperti william tidur saja,
setelah seharian sempoyongan di jalanan
sudah pukul berapa ? tanyamu
ganti aku menengok arloji
lalu menunjuk satu jari
lalu kita bergumulan di lantai yang dingin
karena salju yang merembes ke dalam rumah william
alangkah basahnya
Desember 1996