16 Mei 2009

Sajak Orang Kasmaran

Sajak Kurniawan Junaedhie

baru kini kusadari,
kita bagai bensin dan mudah terbakar,
kita bisa marah, seperti perampok kalap,
dan mengoceh seperti ini

kalau kita sedang dicoba
dan kita hendak dipisahkan
berhari-hari kita sampai susah makan
dan tidak becus kerja

kita mendadak bosan pada sunyi
langit malam, bintang dan rembulan,
bahkan terhadap bunyi serangga
seakan ingin benar kita enyahkan

sementara di saat sendirian
kita sebut namanya berulang-ulang
meski kita tahu,
ia tak bakalan datang

kita pun tiba-tiba ingin bertanya pada semesta:
apakah ia juga sedang melihat rembulan yang sama ?
ah, rasa kangen tiba-tiba
lebih berharga dari kerja dan masa depan

1993

Tidak ada komentar:

Posting Komentar