Dear Journalist,
Shakespeare bilang what's in a name. Apalah arti sebuah nama, katanya. Tapi bagi bangsa kita, hal itu tak bisa ditawar lagi, nama adalah segala-galanya. Name is everything. Untuk mendapatkan sebuah nama, orangtua kita telah memikirkan lama sejak kita masih di kandung badan. Mereka mengharap agar nama kita punya makna penting, yang mungkin berupa harapan, impian atau keinginan mereka. Demikian halnya ketika kita punyai anak, kita pun akan melakukan hal yang sama: berusaha memberi nama pada anak kita sebuah nama yang memiliki makna mendalam, sampai ke titik koma.
Itu sebabnya nama kami, mungkin tampak agak aneh bagi Anda. Misalnya, Habibie bukan Habibi, Try Sutrisno bukan Tri Sutrisno, Junaedhie bukan Junaedi atau Djunaedi, Jakob Oetama, bukan Jakob Utama, misalnya.
Ada kalanya, nama kami yang ada huruf "u"-nya, harus ditulis, dengan "oe"; atau yang satu menggunakan oe, satunya lagi menggunakan u. Maksudnya, gabungan dari ejaan lama dan ejaan baru. Misalnya, Soepardjo Rustam, Roeslan Abdulgani, Joedo Sumbono dan lain sebagainya. Keanehan ini juga mungkin Anda rasakan, bila nama kami ternyata Edy, Edhie, Eddy, atau Edi.
Anda juga akan disebut ceroboh bila menganggap bahwa nama kami yang berakhir dengan huruf o, selalu diartikan bahwa kami berasal dari Jawa; atau nama kami yang berakhiran a selalu ditafsirkan selalu berasal dari Jawa Barat. Contohnya, meski berasal dari suku Jawa, nama penyanyi Kla Project adalah Katon Bagaskara bukan Katon Bagaskoro.
Ya, sekali lagi, bagi kami, nama itu sangat penting. Nama itu segala-galanya. Yang penting Anda menuliskan nama kami secara benar, baik ejaan maupun pemenggalannya. Karena hal itu tidak hanya menunjukkan bahwa Anda tidak akurat, tapi juga Anda tidak menghargai kami dan Anda menyepelekan kami.
Kesalahan-kesalahan menulis nama kami yang lebih parah adalah jika Anda mestinya menulis nama Soekamto Suryohadiprojo menjadi Sukamto Sajidiman, misalnya. Ini sungguh keterlaluan.
Jadi, jangan malas untuk bertanya pada kami dalam menuliskan nama kami secara baik dan benar; atau meminta kartu nama kami, setiap kali Anda mewawancarai kami. Atau menelepon sekretaris kami untuk menanyakan hal ini. Membalik-balik buku petunjuk telepon, atau buku Apa & Siapa juga dianjurkan, meski, konfirmasi untuk itu tetap disarankan. Ingat: menulis nama dengan benar dan baik, adalah salah satu pengetahuan etiket paling elementer dalam dunia komunikasi.
Dan itu jugalah yang seyogyanya Anda lakukan ketika Anda harus menulis pangkat atau jabatan kami. Apakah, Managing Director, Assistant Manager, Director Assistant, Executive Director, Vice President, dan lain sebagainya. Jangan sampai Anda menyebut jabatan kami sebagai Presiden Komisaris, bila kami adalah Presiden Direktur, misalnya. Jika ini terjadi, kesalahan Anda rasanya juga tak terampunkan.
Salam kompak,
Khalayak Anda