11 Mei 2009

Merekayasa Opini

MERAKAYASA PEMBENTUKAN OPINI

Dear Journalist,

Kode Etik Jurnalistik mengajarkan pada Anda, bahwa berita harus ditulis secara seimbang, obyektif dan tidak memihak. Tapi jangan lupa. Ada lagi yang juag penting, berita harus dikumpulkan secara kesatria. Tapi maafkanlah, kami masih sering membaca tulisan Anda yang terus terang tidak mengesankan hal itu.

Sebagai misal, Anda kerap menulis berita, dengan cara mengumpulkan pendapat dari sejumlah nara-sumber untuk kemudian Anda mengambil sebuah kesimpulan. Apakah menurut Anda persoalan sudah selesai dan kami akan melahapnya mentah-mentah?

Lihat, Anda membuat angket, polling atau apa pun namanya, dengan dalih memberdayakan pembaca atau pemirsa Anda (hebat ya?). Topik dipilih, sesuka-suka Anda. Misalnya, Siapa Tokoh Terfavorit Menurut Anda, Siapa Presiden Pilihan Anda dan sejenisnya (Pendeknya, semakin bombas semakin bagus!). Dari sana, Anda pun membuat laporan, dan menarik sebuah kesimpulan. Jangan dulu merasa hebat.

Seberapa banyak orang bisa terkesan membaca tulisan semacam itu? Dengan segera orang bisa mencium bahwa tulisan semacam itu dimulai dari syakwasangka atau opini Anda. Dengan kata lain, Anda mengawalinya dengan menetapkan jawaban atau kesimpulan, dan baru kemudian Anda menyusun pertanyaan untuk mendukung asumsi Anda itu.

Nah coba pikir, apakah mereyakasa pembentukan opini, bisa dianggap sebagai cara ksatria?

Salam kompak,
Khalayak Anda