Sajak Kurniawan Junaedhie
yang tersenyum di postcard itu engkau
dengan anting di telinga
dan baju penuh bunga
rok bergambar winnie depooh
hari itu, kami duduk bertiga
ada vas bunga di tengahnya
jurufoto mengabadikan kami
klik. hasilnya sebuah foto keluarga
aneh. rumah yang dulu sepi
kini jadi tambah ramai
ada warga baru di rumah
inilah foto keluarga
tak kusangka, begini rasanya jadi seorang ayah
gembira, terharu dan kadang merasa lucu.
ada warga baru yang dulu hanya angan-angan
kini bisa jadi hiburan tatkala hidup susah
akan jadi apa kamu nanti?
sekretaris? bankir? istri konglomerat?
ah, sarankan hanya satu: jadilah dirimu sendiri
selama hidupmu bahagia
cukup sudah umurku dipanjangkan.
bukankah itu cita-cita lumrah seorang ayah?
hari ini umurmu dua
tahun depan tiga, dan selanjutnya 20
saat itu, mungkin aku sudah tua
mungkin, saat itu, ada lagi jurufoto lain
mengabadikan foto keluargamu
17 Agustus 1997
Catatan: Hari ini selagi membereskan rumah, aku menemukan pigura berisi sebuah puisi. Puisi itu ditulis tahun 1997, untuk putri sulungku Azalika yang kini berusia 13 tahun Aku langsung meminta dia membacanya. Mata kami basah. Aku langsung mengambil lapotop, dan mengetikkannya di sini.