16 Maret 2008

Nama Panggilan: Ada2 Saja

Apa arti sebuah nama? Apa arti sebuah nama panggilan? Buat saya nama panggilan (nickname) ternyata bisa bermakna banyak. Untuk saya, bisa menjelaskan siapa dan dari kalangan mana mereka.

Kur—sapaan akrab Kurniawan Junaedhie— dst. Saya bisa menebak, penulis adalah teman2 saya sewaktu kuliah dulu, dan yang mengenal saya baru-baru ini saja.

Mas KJ, demikian biasa bapak dua anak ini disapa. Yang ini saya bisa menduga, penulisnya adalah sejawat saya wartawan, di Jakarta-Jakarta dan Kompas. Atau teman2 surfing di zaman saya mulai main internet tahun 90-an, seperti Edi Liu/ Phang, Widya Latiep, Mas Pri, Maysan dll.

mas jun, salam jumpa, kapan ke medan? potensial dilirik untuk bisnis bunga….kapan nulis lagi?
Sudah bisa ditebak mereka adalah sejawat dan teman saya di Gramedia Majalah dan kawan-kawan saya waktu saya memimpin Majalah TIARA.

Jadi kalau saya disapa orang di mal, di bis, di bandara, di sepur, di terminal, di kafe, di message parlour, atau di pesawat, --meski tidak kenal siapa dia,-- paling tidak saya tahu, dari kelompok mana mereka.

Mas KJ, sombong amat.
Heheh... pasti ini teman di kampus. Atau teman2 chatting jadul, atau teman2 wartawan di JJ.
Pak Kur, bisnis apa sekarang?
Dijamin, ini pasti sejawat saya sekarang, para petani, pedagang, pegawai bea cukai, atau importir tanaman hias. Pak Vincent (dedaun nursery) malah kalau panggil saya seenaknya saja: Pakur. Wakakakakk...
Mas Jun, apa kabar?
Wah, ini pasti anak TIARA. Supaya tidak dianggap sombong, saya kan bisa langsung nembak: "Kabar baik. Gimana kabar Mas Not?" Hehehe...

Selamat Hari Minggu.